Mineral Town | Chapter 1 - Warisan


   Jack adalah seorang anak biasa seperti kalangan anak seumurannya. Dia merupakan anak yang paling di kasihi orang tuanya karena dia adalah satu satunya anak yang dimiliki oleh keluarga thompson, ibunya bernama liya Clinton dan ayahnya bernama Samuel Thompson. Dia adalah salah satu anak yang paling cerdas diantara teman teman seumurannya. Hal itu tidak heran, karna keturunan dari keluarga thompson adalah keturunan seorang jenius. ayahnya nya merupakan seorang ahli dalam ilmu sejarah dan ibunya adalah ilmuan yang paling terkenal di kotanya. Disamping dari kecerdasan yang dia miliki, Jack ternyata memiliki kebiasaan yang sangat buruk, yaitu mempunyai sifat Pemalas. segala yang dia mau selalu ingin tersaji dengan instan.
   Berbeda dengan orang tuanya, jack ternyata lebih menyukai ilmu pengetahuan mengenai alam dibanding mempelajari ilmu sejarah yang di kuasai ayahnya, atau pun menjadi ilmuan seperti ibunya. tapi kedua orang tuanya tidak keberatan dengan hal itu, orang tuanya justru berfikir demikian

"mungkin jack tidak menyukai apa yang kita profesikan, tapi aku tetap bangga padanya..." kata ibunya kepada ayahnya sambil bertatapan muka.

yah,.. Jack memang anak yang spesial, sudah jadi anak pintar jadi anak dari orang tua jenius pula.
   Baiklah kita mulai, jadi pada suatu hari, jack sedang melakukan liburan bersama kedua orang tuanya. Karena jack sangat menyukai Ilmu Pengetahuan Alam, orang tuanya mengajak jack untuk berlibur di sebuah hutan yang jarang terjamak oleh manusia. dan kedua orang tuanya pun yakin kalau jack pasti akan senang jika mereka membawanya ke hutan ini. dan benar saja, jack sangat girang dan senang tak karuan, pasalnya jack baru pertama kali keluar dari kotanya yang penuh dengan polusi dan ketidak higienisan dan dia dikagetkan dengan dibawanya ke tempat yang begitu asri, hijau, alami dan penuh dengan keheningan seperti hutan yang ia kunjungi itu.

"Wahhh..... indah sekali bu" perkataan jack saat keluar dari mobil yang membawanya ke hutan itu.

 Hutan itu bernama Asri, nama itu diambil dari julukannya sebagai hutan yang jarang sekali di jamak atau di jajah manusia. hutan ini belum diketahui oleh semua orang, itulah yang membuat hutan ini jarang sekali dikunjungi oleh manusia. Selain itu, nama Asri sangat cocok sekali dengan hutan itu, karena hutan itu memiliki keindahan pemandangan yang luar biasa, hewan dan tumbuhannya pun sangat jarang ditemukan di daerah lain. suara burung yang berkicau menambah indah keheningan, gerakan pohon kayu yang saling bergesekan sangat mencerminkan alamiah kehidupan.
   Diantara rasa kagum yang sedang dirasakan Jack, orantuanya ternyata merencanakan sesuatu kegiatan yang akan membawanya lebih mengenal alam liar. Yaitu berkemah dan memancing. siang itu sungguh menjadi siang yang sangat berarti bagi jack, kebahagiaan jack bisa mengunjungi tempat ini dan kebahagiaan orang tuanya melihat jack begitu membludak girang kesenangan bagai kapal yang diterpa oleh ombak. Kegiatan demi kegiatan dilakukan oleh Jack dan kelurganya di hutan itu, hingga mereka menuju kepada penghujung kesenangan yang dijanjikan ayahnya yaitu pergi memancing.
"Baiklah Jack, sekarang kita akan pergi ke sungai untuk memancing ikan, ini bagian terbaiknya lhoo?!" perkataan ayah jack ke pada jack dengan wajah berseri sambil menyeret tangan ibu nya jack dengan terburu buru.

  Disamping itu, jack malah berjalan kearah yang saling bertolak belaka dengan jalan yang orang tuanya ambil. Dan ternyata hal yang cukup menyita perhatian Jack selain yang dijanjikan ayahnya adalah, sebuah bunga yang berwarna putih yang bersinar bagaikan rembulan dimalam hari, dan tanpa sepengetahuan orang tuanya, Jack pergi menuju bunga tersebut. Jack sangat terkagum kagum sampai sampai lupa dengan tujuannya untuk pergi memancing bersama keluarganya. Dia melihat ke sisi kanan,kiri, depan belakangnya dan sejauh mata memandang dia tidak melihat sosok kedua orang tuanya. Jack sangat ketakutan dan langsung berlari mengikuti arah isntingnya, wajahnya memucat dan mengeluarkan keringan dingin yang membuat dirinya semakin panik dan tidak bisa berfikir jernih. lari kekanan, lari kekiri dia terus mencari jejak jejak orang tuanya berharap dia bisa mendapatkan jalan untuk bertemu dengan orang tuanya. Tapi usaha itu tidak berbuah apapun dia malah tersesat lebih dalam lagi ke hutan itu hingga dia tidak tahu dimana barat dimana timur berada.
   Tapi setelah berjam jam dia menelusuri hutan itu akhirnya dia melihat cahaya di balik lebatnya hutan, yang dia kira sebagai sebuah petak tempat yang bisa membawa harapan Jack untuk bisa bertemu dengan orang tuanya. dia mendekati cahaya itu dan melihat seorang kakek kakek sedang menebang kayu di sana, dengan memakai topi berwarna biru, kakek kakek itu tidak terlalu nampak seperti terlalu tua bagi jack. dan tanpa banyak bicara dan pertimbagan jack mendekati kakek itu dan menanyakan keberadaan orang tuanya.

"maaf kek," tanya jack pada kakek itu dan kakek itu langsung berbalik badan lalu mendekati jack.

"Nak? apa yang kamu lakukan disini? apa kamu tesesat?" pertanyaan kakek itu selagi menyimpan kapaknya di tanah.

"Iya kek, aku tersesat bisa bantu aku untuk menemui orang tuaku?" tanya jack dengan wajah sedih dan sendu seperti akan menangis.

"kakek tidak tahu keberadaan orang tuamu nak, tapi kakek tahu seseorang yang bisa membantumu, ayo ikuti kakek!" ujar kakek itu sambil merangkul tanganya dan membawanya kepada seseorang yang kakek itu yakin bisa membantu Jack.

   Dikala itu jack dibawa oleh kakek itu menuju kesebuah kota kecil yang berpopulasi 31 orang yang kakek itu kenalkan sebagai kota Mineral Town.

"Inilah Mineral Town nak, kota tempat tinggal kakek, disini warganya ramah ramah dan suka sekali menyapa" kata kakek itu kepada jack.

 Sambil membawa jack kakek itu banyak disapa oleh seluruh penduduk disana. Si kakek itu terlihat spesial dimata penduduk Mineral Town, pasalnya sapaan yang dilontarkan kepada kakek itu sangat berbeda seperti sebuah sapaan yang menghormati seorang presiden. setelah melewati beberapa rumah dan disapa banyak orang, akhirnya kakek itu sampai ditempat yang dituju dan tempat itu ternyata adalah Balai Kota Mineral Town.
   Menyadari kedatangan seseorang, Ketua Balai Kota di Mineral town itu langsung keluar dan menghampiri mereka .

"Oh Paman Harris.. ada yang bisa saya bantu..?" pertanyaan ketua balai kota kepada kakek itu yang ternyata bernama Kakek Harris.

"Aku menemukan anak ini dihutan, bisa kamu bantu anak ini menemukan dimana orang tuanya?" pernyataan kakek harris kepada ketua balai kota.

"baiklah paman..." ketua balai menutup percakapan dan langsung menuju ke arah jack.

"Haii... namaku Thomas namamu siapa nak? apa kamu tahu nomor post orang tuamu?" pertanyaan ketua balai kota kepada jack yang ternyata namanya adalah Thomas.

"Namaku Jack paman, nomor post rumah ku 81398, apa yang akan kakek lakukan dengan nomor post rumahku?" ujar Jack kepada ketua balai kota Thomas.

"Paman akan menggunakan nomor itu untuk menghubungi orang tuanmu dan memberitahukan kalau kamu baik baik saja disini" kata Paman Thomas sambil mengusap kepala Jack dengan wajah berseri.

"Dan selama menunggu pesan dari paman diterima, kamu boleh tinggal di rumah kakek Harris terlebih dahulu, ya kan Paman Harris?" kata Paman Thomas lagi sambil menganggukan kepalanya kepada Kakek Harris.

"iya, kamu akan tinggal beberapa hari dirumah kakek selagi menunggu pesan Paman Thomas diterima oleh orang tuamu." perkataan kakek Harris kepada jack.

   Setelah melaporkan hal itu kepada Ketua Balai Desa Thomas akhirnya Jack bisa merasa tenang lagi. Kini Jack hanya tinggal menunggu kabar dari Paman Thomas saja. Tapi, walaupun semua telah terkendali Jack malah terfikirkan satu hal, apa yang akan dilakukan Jack selama di rumah Kakek Thomas?. selama perjalanan menuju ke rumah kakek thomas Jack terus memikirkan hal itu. Sampai pada saat mereka sudah sampai, Jack sangat terkejut! dengan apa yang dia lihat. Yang dia lihat adalah rumah dari Kakek Harris ini sungguh luas, jika di ukur mungkin lebarnya itu bisa mencapai satu ukuran apartemen di kota. ini merupakan suatu hal yang tak masuk akal, Kakek Harris yang sudah tua ini masih bisa menjalankan bisnis kebun,peternakan, dan pengembangbiakan hewan seorang diri?

"Wawww!! ini kebun kakek? luas sekali kek, bagaimana kakek melakukan pekerjaan seberat ini sendirian?" ungkapan rasa kagum Jack kepada Kakek Harris yang merasa sangat tidak mengerti dengan pekerjaan Kakek Harris.

"ini kebun kakek, kakek sudah bertahun tahun mengurus kebun ini, kebun ini dulunnya adalah sebuah hutan lalu kakek menebang semua pepohonan di sekitar rumah kakek dan menjadikannya kebun ini." begitulah pernyataan Kakek Harris atas pertanyaam Jack sebelumnya.

   Kakek Harris lalu membawa Jack untuk duduk di kursi yang berada dibawah pohon apel miliknya dan menceritakan beberapa hal. Kakek Harris menjelaskan tentang kisah pertama kali Kota Mineral Town dibangun, dan Jack juga menceritakan pula mengenai dirinnya. Jack menceritakan bahwa kedua orang tuanya itu adalah orang jenius, dan dia juga menceritakan bahwa jack sangat menyukai Ilmu Pengetahuan Alam dan memberitahukan kalau dia adalah seorang pemalas. Setelah mendengar cerita tentang keluarga dan tentang Jack, Kakek Harris membiarkan harris bermain dikebunnya. Mulai dari menyiram tanaman Jack diajarkan oleh Kakek Harris, bukan hanya itu Jack juga diajarkan cara berternak sapi, domba, ayam dan juga cara menunggangi kuda. keseruan keduanya terlihat di raut muka mereka yang memancarkan cahaya kebahagiaan layaknya seorang kakek dan cucu. Mereka bermain sampai menjelang sore dan kembali duduk ditempat yang semula. Lalu suasana mulai berubah disaat itu, Kakek Harris seperti akan memberikan sesuatu pada Jack dan Kakek Harris mengatakan hal sangat tidak terduga.

"Nak, kamu adalah anak yang baik juga pintar. walau kamu memiliki sifat pemalas, tapi itu masih bisa dirubah dengan usahamu. kakek ingin mengatakan sesuatu, kakek melihat kamu memiliki ikatan yang sangat erat dengan kebun kakek ini, cara kamu bermain dikebun ini, cara kamu merawat kebun ini bagaikan terdapat ikatan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Maka dari itu jika kakek sudah tiada , kakek ingin kamu yang melanjutkan perjuangan kakek di kebun ini. Maukah kamu menerima Warisan kakek?" Kakek Harris memberikan Wasiat kepada Jack agar nanti Jack bisa mengurus kebun Kakek Harris.

"Mungkin perkataan kakek benar, aku memiliki perasaan yang berbeda saat bermain di kebun ini, aku memiliki ikatan dengan kebun ini. dan mungkin aku bisa merubah prilaku burukku menjadi lebih baik.. Baiklah kek, aku terima wasiat ini" begitulah jawaban Jack, dan langsung menerima warisan yang diberikan oleh Kakek Harris.

"Terima kasih nak, karna kakek sendirian dan tidak mempunyai keluarga, itulah alasan kakek memberikan warisan ini. tapi sebenarnya bukan hanya alasan itu saja, namun kamu sudah kakek anggap sebagai cucu kakek sendiri." pernyataan kakek kepada Jack sambil meceritakan latar belakang dari pemberian warisan itu.

>>>>>> To Be Continue <<<<<<

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Mineral Town | Chapter 1 - Warisan"

Posting Komentar